PENGARUH MAKNA RITUAL MANGAN NA PAET DALAM TRADISI PARMALIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP IMAN KRISTEN

Authors

  • Roymandani Manurung Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Welldo Aldo Pasaribu Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Andreas Josephine Manullang Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Dwi Shinta Rosaline Sitorus Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Rudi Siahaan Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • New Rahmat Gultom Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar
  • Ivan Adi Sirait Program Studi Teologi, Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar

DOI:

https://doi.org/10.32795/brxqd592

Keywords:

Mangan Na Paet, Parmalim, Pengampunan, Iman Kristen

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna ritual Mangan Na Paet dalam tradisi Parmalim serta implikasinya terhadap iman Kristen. Mangan Na Paet merupakan ritual makan makanan pahit yang dilakukan setiap akhir tahun Batak sebagai simbol pengakuan dosa, pertobatan, dan komitmen pembaruan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, wawancara dengan tokoh Parmalim dan tokoh Kristen lokal, serta observasi terbatas di komunitas Parmalim Hutatinggi, Laguboti. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangan Na Paet memiliki makna simbolik yang mendalam, yakni kesadaran moral atas dosa, penyesalan, dan tekad untuk hidup benar. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi kejujuran, kesopansantunan, kesetiakawanan, dan kedamaian yang bukan sekadar praktik religius, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan moral dan pembentukan karakter. Dalam perspektif iman Kristen, meskipun terdapat perbedaan teologis mengenai dasar keselamatan, nilai-nilai yang terkandung dalam Mangan Na Paet sejalan dengan ajaran Alkitab tentang pengakuan dosa, pertobatan, dan pembaruan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat memperkaya refleksi lintas iman, sekaligus menjadi jembatan teologis antara spiritualitas Parmalim dan nilai-nilai Injil.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

[1]
“PENGARUH MAKNA RITUAL MANGAN NA PAET DALAM TRADISI PARMALIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP IMAN KRISTEN”, ds, vol. 25, no. 2, pp. 51–60, Oct. 2025, doi: 10.32795/brxqd592.