ANALISIS MAKNA FILOSOFIS KEINDAHAN TARI SANGHYANG DEDARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DI DESA BONA, GIANYAR

Authors

  • Ni Ketut Riska Dewi Prawita UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Made Sujanayasa Politeknik Negeri Bali
  • I Gusti Agung Paramita Universitas Hindu Indonesia
  • I Nyoman Artana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Gede Garbha Putra UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.32795/2qw6ah98

Keywords:

Tari Sanghyang Dedari, keindahan filosofis, komunikasi spiritual, Tri Hita Karana, budaya Bali

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna filosofis keindahan Tari Sanghyang Dedari sebagai media komunikasi spiritual dalam masyarakat Bali, khususnya di Desa Bona, Gianyar. Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu bentuk tari wali yang sakral, di mana penari dipercaya sebagai medium roh suci dalam prosesi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan dalam Tari Sanghyang Dedari tidak hanya dimaknai secara estetika, melainkan juga merepresentasikan nilai filosofis dan religius yang berakar pada ajaran Hindu, terutama konsep Tri Hita Karana. Setiap unsur tarian, mulai dari gerak, busana, kidung, hingga prosesi ritual, memiliki makna simbolis yang menegaskan fungsi tarian ini sebagai media komunikasi spiritual antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam, dan komunitas sosial. Dengan demikian, Tari Sanghyang Dedari bukan hanya seni pertunjukan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai religius, berfungsi sebagai penolak bala, menjaga keseimbangan kosmos, dan memperkuat identitas spiritual masyarakat Bali.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

[1]
“ANALISIS MAKNA FILOSOFIS KEINDAHAN TARI SANGHYANG DEDARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DI DESA BONA, GIANYAR”, ds, vol. 25, no. 2, pp. 110–119, Oct. 2025, doi: 10.32795/2qw6ah98.