DINAMIKA BENTUK SANGGAH KEMULAN RONG DUA DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT DESA CEMPAGA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.32795/j9smcf61Keywords:
bentuk, sanggah kemulan, pelestarian budayaAbstract
Sanggah Kemulan Rong Dua merupakan ruang pemujaan keluarga inti yang memiliki peran penting dalam kehidupan religius masyarakat Bali Aga di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Keberadaan sanggah kemulan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai penanda terbentuknya keluarga baru yang dilegitimasi melalui upacara mecingkupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk Sanggah Kemulan Rong Dua, praktik pelestariannya, serta makna perubahan struktur sanggah kemulan dalam siklus kehidupan masyarakat Desa Cempaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Sanggah Kemulan Rong Dua bersifat sederhana dengan penggunaan material tradisional seperti pohon dap-dap dan bambu Bali, yang mengandung makna simbolik kesederhanaan dan keselarasan dengan alam. Perubahan struktur sanggah kemulan, seperti penghilangan salah satu rong dan praktik pralina, merepresentasikan tahapan ritus peralihan dalam siklus kehidupan keluarga inti. Pelestarian Sanggah Kemulan Rong Dua di Desa Cempaga bersifat dinamis, tidak berfokus pada pewarisan fisik bangunan, melainkan pada keberlanjutan nilai, makna simbolik, dan sistem ritual. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pelestarian budaya Bali Aga sebagai proses yang hidup, adaptif, dan selaras dengan perubahan status sosial dan religius masyarakat.
Kata kunci: Sanggah Kemulan Rong Dua, Bentuk, pelestarian budaya, ritus peralihan












