PENGUATAN NILAI BUDAYA DALAM PENILAIAN POTENSI WISATA KAMPUNG ADAT CIREUNDEU

Authors

  • Ali Sabani Universitas Islam Bandung
  • Ayu Safira Universitas Islam Bandung
  • Dela Nurul Padilah Universitas Islam Bandung
  • Wafa Cantika Mugia Utami Universitas Islam Bandung
  • Syarafina Al Hazmi Universitas Islam Bandung
  • Indah Aras Puspita Universitas Islam Bandung
  • Weishaguna Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32795/t0smsa08

Keywords:

Wisata Budaya, Kearifan Lokal, Komponen 4A, Kampung Adat Cireundeu

Abstract

Kampung Adat Cireundeu, yang terletak di Kota Cimahi, merupakan salah satu destinasi wisata
budaya yang mempertahankan kearifan lokal serta tradisi adat yang diwariskan secara turun
temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan nilai budaya dalam penilaian
potensi wisata dengan menggunakan pendekatan komponen 4A, yaitu Attraction, Accessibility,
Amenity, dan Ancillary, yang telah dimodifikasi untuk mempertimbangkan kearifan lokal.
Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, dengan analisis kuantitatif berupa
pembobotan pada komponen 4A dan pendekatan kualitatif untuk eksplorasi nilai budaya.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola serta
anggota pokdarwis, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama
Kampung Adat Cireundeu terletak pada kebudayaan lokal yang erat dengan alam dan tradisi
leluhur, yang menjadi nilai jual utama bagi wisatawan. Komponen aksesibilitas, amenitas, dan
fasilitas tambahan juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi potensi pengembangan
destinasi wisata ini. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk mengembangkan Kampung Adat
Cireundeu sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan, perlu ada perhatian terhadap
pemeliharaan kearifan lokal dan pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai budaya dalam pengembangan
pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal,
serta meningkatkan daya tarik wisatawan dengan mempertahankan keunikan budaya yang ada.

Published

2025-06-30