PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN BAMBU SANTONG (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz) SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPESTISIDA BERBASIS KEARIFAN LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.32795/hg9z1809Keywords:
Ekstrak daun Bambu Santong, pemanfaatan, biopestisida, kearifan lokalAbstract
Tanaman Bambu memiliki nilai penting dalam kehidupan, industri kerajinan, sosial, budaya dan agama sehingga penggunaan batang bambu yang tinggi menghasilkan daun bambu yang banyak sebagai limbah. Untuk mengurangi limbah daun bambu, maka perlu dilakukan upaya kreatif pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat koloni jamur Fusarium sp. dan Verticillium sp. terhadap ekstrak kasar daun Bambu Santong (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz) dan mengetahui senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak daun Bambu Santong. Ekstrak kasar daun Bambu Santong memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan koloni Fusarium sp. dan Verticillium sp. yang merupakan jamur patogen pada tanaman kedelai. Uji Fitokimia ekstrak daun Bambu Santong memiliki kandungan senyawa bioaktif Alakloid, Saponin, Fenolik dan Tanin yang berfungsi sebagai bioherbisida dan biopestisida.
Downloads



