Identifikasi Keanekaragaman Tanaman Obat Pada Belian sasak:kajian entofarmaka untuk praktisi Kesehatan Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.32795/1p2vj892Keywords:
etnobotani, etnofarmaka, suku sasak, tanaman obat, kearifan lokalAbstract
Penelitian ini memfokuskan pada keanekaragaman tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional masyarakat Suku Sasak di Desa Barabali, Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnofarmasi.Data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan juga studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Barabali masih menjaga pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan obat yang diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari sistem kesehatan lokalPenelitian ini berhasil menemukan beragam spesies tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional oleh masyarakat.. Tumbuhan tersebut berasal dari beberapa famili, terutama Zingiberaceae, Piperaceae, Acanthaceae, Phyllanthaceae, Malvaceae, Rubiaceae, Rutaceae, Clusiaceae, Lamiaceae, Lauraceae, Bromeliaceae, dan Amaryllidaceae.Bagian tumbuhan yang paling sering dipakai adalah daun, rimpang, buah, kulit batang, dan umbi. Cara pengolahannya beragam, mulai dari direbus, ditumbuk, diperas, dikukus, sampai digunakan langsung. Tumbuhan obat ini dimanfaatkan untuk menangani berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan reproduksi, persalinan, meningkatkan produksi ASI, demam, batuk, gangguan pencernaan, infeksi, luka, hingga pemulihan setelah melahirkan. Semua spesies yang ditemukan sudah diidentifikasi dan diklasifikasikan secara ilmiah sampai tingkat spesies.Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan tumbuhan obat tradisional punya nilai penting, bukan hanya untuk menjaga kearifan lokal, tapi juga untuk konservasi keanekaragaman hayati serta pengembangan kajian etnobotani dan etnofarmaka berbasis budaya lokal.



