KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN GIRANG-GIRANG (Leea indica L.) SEBAGAI KEARIFAN LOKAL BALI BERPOTENSI ANTI PATOGEN

Authors

  • intan rusmayanthi universitas ngurah rai

DOI:

https://doi.org/10.32795/61kc3462

Abstract

Flora yang tumbuh subur di setiap daerah sebagai kearifan lokal daerah di Indonesia perlu diteliti dan dikembangkan untuk kemanfaatannya yang lebih besar. Hubungan antara manusia dengan kebaradaan tumbuhan-tumbuhan dalam pemanfaatan secara tradisional, seni dan ritual dipelajari dalam etnobotani.  Etnobotani merupakan prilaku yang menjadi budaya dari masyarakat suatu daerah dalam memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang hidup di sekitarnya, misalnya tumbuhan Girang-Girang (Leea indica L.) yang disematkan pada telinga penari topeng saat pentas. Penggunaan daun Girang-Girang telah menjadi pakem para penari, meanarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kajian Etnoboani Tumbuhan Girang-Girang (Leea indica L.) Sebagai Kearifan Lokal Bali Berpotensi Antipatogen. Metode skrining fitokimia daun Girang-Girang positif mengandung senyawa: flavonoid, fenol, saponin dan tanin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antimikroba patogen. Uji aktivitas ekstrak kasar konsentrasi 5% menggunakan kertas cakram dengan 4 kali ulangan terhadap jamur Fusarium sp. menunjukkan zone hambatan rata-rata sebesar 10,20 mm (katagori kuat) dan terhadap bakteri E. coli O157:H7 sebesar rata-rata 8,00 mm (katagori lemah). Namun pada konsentrasi ekstrak 10% zone hambatan terhadap bakteri E. coli meningkat rata-rata 11,20 mm (katagori kuat), perlakuan 0% (kontrol) zone hambatan = 0,00 mm. Potensi daun Girang-Girang sebagai antimikroba dapat dijadikan dasar untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan, industri, pangan, pertanian dan bidang lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-06