AJARAN UPEKSA MEMBENTUK KARAKTER SISWA PASCA PEMBELAJARAN DARING, KELAS V SD NEGERI 5 PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR T.A. 2021/2022

  • I Ketut Winantra Universitas Hindu Indonesia
  • I Komang Dedi Diana Universitas Hindu Indonesia
  • I Putu Sukanta Universitas Hindu Indonesia
Keywords: penerapan, upeksa, karakter siswa

Abstract

ABSTRACT

The character building of the student now has been the main focus of schools, especially during the Covid-19 pandemic. The teaching of Catur Paramita, especially Upeksa, 'the teachings of morality or ethics in respecting others' may be the basis for this view. This study was conducted to determine the application of Upeksa's teaching, obstacles, and implications in building the student character during post-online learning for fifth grade at SD Negeri 5 Penatih, East Denpasar District, Academic Year 2021/2022. This research applied the qualitative method. Based on the analysis, the Upeksa's teachings are actualized through the teachings of Tri Hita Karana, three harmonious balance relationships, namely with God, with fellow human beings, and the the natural environment. The obstacles in the application of the Upeksa's teachings are (1) internal factors (a) differences in the intelligence of students, (b) interest in learning, and (c) talent. (II) External factors which include (a) family environment, (b) school environment, and (c) community environment. Meanwhile, the implication is the occurrence of changes in attitudes in students such as (a) sradha and bhakti attitudes, (b) discipline, (c) caring, (d) responsibility, and (e) politeness.

 

ABSTRAK

Pembentukan karakter siswa sekarang ini menjadi fokus utama sekolah, terlebih di masa Pandemi Covid-19. Ajaran Catur Paramita khususnya Upeksa ‘ajaran susila atau etika dalam sikap menghargai orang lain’ menjadi dasar pandangan menuju arah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui penerapan ajaran Upeksa, kendala-kendala, dan implikasinya dalam membentuk karakter siswa selama pembelajaran pasca daring kelas V SD Negeri 5 Penatih, Kecamatan Denpasar Timur Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini berbentuk metode kualitatif. Berdasarkan analisis, ajaran Upeksa diaktualisasikan melalui ajaran Tri Hita Karana, tiga hubungan keseimbangan yang harmonis yaitu dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Kendala dalam penerapan ajaran Upeksa adalah (1) faktor internal (a) perbedaan kecerdasan peserta didik, (b) minat belajar, dan (c) bakat. (II) Faktor eksternal yang meliputi (a) lingkungan keluarga, (b) lingkungan sekolah, dan (c) lingkungan masyarakat. Sedangkan, implikasinya adalah terjadinya perubahan sikap pada diri siswa seperti (a) sikap sradha dan bhakti, (b) kedisiplinan, (c) kepedulian, (d) tanggung jawab, serta (e) sikap sopan santun.

References

Aan Komariah, Djam’an Satori. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung, Alfabeta.

Alimuddin. Tawany Rahamma, dan M. Nadjib.2015.Intensitas Penggunaan E-Learning Dalam Menunjang Pembelajaran Mahasiswa Program Sarjana Di Universitas Hasanuddin. (http:// 95461-ID-intensitas-penggunaan- e-learning- dalam-m, diakses 10 Februari 2020).

Anselm Strauss dan Juliet Corbin. 2007. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Arikunto, S. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asri, Budiningsih, C.2004. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Rineka Cipta. Dewi. 2013. Peranan Guru Agama Hindu
Dalam Penerapan Ajaran Catur Paramita Terhadap Siswa Di SD Negeri 3 Wanasari Kabupaten Tabanan. Skripsi. Denpasar: UNHI.

Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter, Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Gunawan, Imam. 2015. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2005. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). BELAJAR DAN PEMBELAJARAN. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 03, 338.

Sanjaya Ridwan. (2017). Manajemen Sarana Dan Prasana Pendidikan Dalam Maningkatkan Proses Pembelajaran Di Mts Yaketunis. Yogyakarta.

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor- faktor yang Memengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardana, K.M. 2009. Catur & Sad Paramita Jalan Menuju Keluhuran Budi. Surabaya: Paramita.

Suhardana, Komang. 2010. Kerangka Dasar Agama Hindu Tattwa- Susila- Upacara.Surabaya:Paramita.

Sulistyowati, Endah. 2012. Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Citra Aji Parama.

Hadisi, dan Muna. 2015. Pengelolaan Teknologi Informasi Dalam Menciptakan Model Inovasi Pembelajaran (E-Learning). Jurnal Al-Ta’dib, 8, 127-132.

Hamzah, B. Uno. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Kajeng, I Nyoman, Dkk., (2010). Sarasamuscaya. Surabaya: Paramita. Kartika, A. R. (2018). Model Pembelajaran Daring. Journal of Early Childhood Care & Education, 27.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suma Wijaya. 2008. Pengaruh Nilai Ajaran Catur Paramita Dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja Hindu Di Desa Adat Kerobokan Buleleng. Tesis. Denpasar: UNHI.

Suprayoga. 2001. Metodologi Penelitian Sosial Agama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tim penyusu, 2010. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian Tesis dan Desertasi. Denpasar: Program Pasca Sarjana Universitas Hindu Indonesia.

Titib, I Made. 2003. Tri Sandhya, Sembahyang Dan Berdoa. Surabaya : Penerbit Paramita.

Wiana, I Ketut. 1997. Cara Belajar Agama Hindu yang Baik. Denpasar. Yayasan Dharma Naradha.

Wiana, I Ketut. 2007. Sembahyang Menurut Hindu. Surabaya: Perbit Paramita.

Widiarti. 2015. Penerapan Ajaran Catur

Paramita Pada Siswa kelas V SD Negeri 5 Tonja Denpasar. Skripsi. Denpasar: UNHI.

Yupardhi, Sayang. 2012. Pembentukan Karakter Bangsa melalui Pendidikan Dan Pengabdian bernuansa Spiritual. Surabaya: Paramita.

Yusuf, Syamsu. (2012). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Published
2022-10-30