PANGLUKATAN SAPTA GANGGA PERSPEKTIF USADA BALI

  • Sang Ayu Made Yuliari UNIVERSITAS HINDU INDONESIA
Keywords: Panglukatan,, Sapta Gangga, Perspektif  Usada Bali

Abstract

Bali dengan penduduknya yang dominan Hindu menyebabkan Bali itu unik. Keunikan itu karena budaya yang diilhami oleh ajaran Hindu yang tampak lebih menonjol yaitu upacara upakara yadnya. Salah satu pelaksanaan upacara agama itu adalah manusa yadnya. Panglukatan  merupakan  bentuk penyucian diri dalam hal ini dilakukan di Pura Tamba Waras dengan Panglukatan Sapta Gangga. Panglukatan Sapta Gangga itu unik karena mendapat panugerahan Dalem Solo dengan tujuh pancoran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panglukatan Sapta Gangga, untuk mengetahui tata caranya dan implikasi setelah melaksanakan panglukatan. Untuk mencapai tujuan itu digunakan teori fenomenologi dan pendekatan Ayurveda serta porposif sampling dengan kualitatif. Adapun hasil yang diperoleh (1) melakukan panglukatan karena mengalami keluhan seperti sakit kepala, nyeri, sakit maag/dyspepsia dan sakit bebai. (2) tata caranya yaitu syarat yang harus dibawa adalah bungkak nyuh gading, bungkak nyuh gadang dan banten pejati. (a)  diawali dengan ngaturang bhakti atau berdoa terlebih dahulu, (b) melaksanakan panglukatan ketujuh pancoran yang ada di Pura Tamba waras. (c) panglukatan dengan bungkak nyuh gading oleh Pemangku, dilanjutkan dengan sembahyang di jeroan dan minum air bungkak nyuh gadang yang sebelumnya didoakan terlebih dahulu serta dicampur dengan minyak. (3) Implikasi dari panglukatan tersebut merasa lebih seger, sejuk/tis,tenang, keluhan yang diderita mulai berkurang.

References

Ananda Kusuma Sri Reshi,1986. Kamus Bahasa Bali.CV.Kayumas.
Anonim, 2005. Kamus Istilah Agama Hindu.Program Pengembangan Lembaga – Lembaga Sosial Keagamaan Dan Lembaga Pendidikan Agama.

Anonim, 2005. Kamus Bali Indonesia.Balai Bahasa Denpasar. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.Cetakan Pertama.

Anonim, 2010. Canang Sari Dharmasmrti Mengenang Bhakti Prof.Nala.Penerbit Widya Dahrma Denpasar.Dicetak oleh percetakan Mabhakti. ISBN: 978-602-96754-5-0

Arifah,Nur. 2016. Panduan Mudah menyusun Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Yogyakarta. Araska.

Arwati.2005. Upacara Melukat Untuk Ibu-Ibu Umat se-Dharma Hindu.

Bagus Loren,2005. Kamus Filsafat.Penerbit PT Gramedia Pusaka Utama Jakarta. Cetakan keempat.
Koentjaraningrat,1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta. Gramedia.
Nala Ngurah.2001. Ayurveda Ilmu kedokteran Hindu I. Penerbit Upada Sastra Denpasar.
-----------,1993.Usada Bali.Penerbit PT Upada Sastra Denpasar
Prastika,2015.Melukat Spa Tradisional Bali. Jurnal Kesehatan Hindu Ayurweda. Vol.2. ISSN 2407-6481.
Peter Salim, Yenny Salim. 2002. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, Edisi Ke Tiga
Pudja, Gede,1980. Sarasamuscaya.Cetakan II. Jakarta.
Sukarma,2015 Revitalisasi Agama Tirta Di Bali. ISBN 978-602-7610-38-5 Penerbit Pustaka Ekspresi.
Sura, I Gede dan Suka Yasa,2011. Samkhya dan Yoga . ISBN 978-979-19870-0-4. Penerbit Widya Dharma.
Triguna, 2011. Mengapa Bali Unik?. Penerbit Pustaka Jurnal Keluarga.Jakarta. Cetakan Pertama.
Wallace, 1990. Metode logika Ilmu Sosial. Jakarta. Bumi Aksara.
Wiana,2007.Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu.Paramitha Surabaya.
------------,2006. Beragama Bukan Hanya Di Pura. Penerbit Yayasan Dharma Naradha.
Wijayananda, Ida Pandita Mpu Jaya,2003. Agem-Ageman kepemangkuan. Penerbit Paramita Surabaya.
Wojowarsito, tt.Kamus Kawi Indonesia.Penerbit. C.V. Pengarang.
www.com baliberkarya.com, 26 Mei 2019
Published
2019-09-20
How to Cite
[1]
S. A. M. Yuliari, “PANGLUKATAN SAPTA GANGGA PERSPEKTIF USADA BALI”, vidyawertta, vol. 2, no. 2, pp. 178-191, Sep. 2019.