KEPEMIMPINAN HINDU: DIALETIKA KONSEP TRADISIONAL DAN MODERN

Authors

  • Cokorda Istri Kumara Dewi Inspektorat Provinsi Bali

DOI:

https://doi.org/10.32795/vw.v2i2.413

Keywords:

Kepemimpinan hindu, tradisional, modern

Abstract

Arti penting hadirnya seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakat tak terbantahkan adanya. Pemimpin dengan kepemimpinannya selalu mengalami proses dialektika dari waktu ke waktu sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya, Pada masyarakat Bali tradisional konsep-konsep kepemimpinan yang diwarnai ajaran ajaran agama sangat dominan, namun diera global saat ini tentu tidak mungkin untuk menghindar dari konsep-konsep kepemimpinan modern. Keduanya mesti dielaborasi dan direkonstruksi ulang namun tetap sesuai dengan sosial budaya masyarakat Bali.

References

Field, John. 2010. Modal Sosial. Bantul : Kreasi Wacana.

Harrison, Lawrence E. 2006. Mengapa Budaya Penting, dalam Kebangkitan Peran Budaya, Bagaimana Nilai-Nilai Membentuk Kemajuan Manusia. Editor Laurence E. Harrison dan Samuel P.Hantington. Jakarta : Pustaka LP3ES.

Kimball, Charles. 2002. Kala Agama Jadi Bencana. Bandung : Mizan

Landes, David. 2006. Hampir Semua Perbedaan Berasal dari Budaya, dalam Kebangkitan Peran Budaya, Bagaimana Nilai-Nilai Membentuk Kemajuan Manusia. Editor Laurence E. Harrison dan Samuel P.Hantington. Jakarta : Pustaka LP3ES.

PGAHN 6 TahunSingaraja. 1971. Niti Sastra Dalam Bentuk Kakawin. Denpasar: Pemda Tingkat I Bali.

Wiraatmaja, Adia. 1995. Kepemimpinan Hindu. Denpasar : Yayasan Dharma Narada

Downloads

Published

2019-10-10

How to Cite

[1]
“KEPEMIMPINAN HINDU: DIALETIKA KONSEP TRADISIONAL DAN MODERN”, vw, vol. 2, no. 2, pp. 251–256, Oct. 2019, doi: 10.32795/vw.v2i2.413.