KRAMA NGAREP SEBAGAI ORGAN UTAMA DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN TATA LUNGGUH DI DESA BALI AGA PEDAWA BULELENG

  • Kadek Rama Ari Prasetya Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
  • I Ketut Kaler Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
  • Aliffiati * Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Keywords: tata lungguh, krama ngarep

Abstract

Dalam masyarakat Pedawa, model pemerintahan adat mauluapad disebut dengan tata lungguh. Walaupun di dalam pemerintahan adatnya sendiri telah masuk tata cara yang lebih modern, pemerintahan adat di Pedawa masih bertahan hingga kini secara simbolis dan kedudukannya sebagai sebuah identitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sumber data yaitu sumber data primer melalui observasi partisipasi dan wawancara, serta sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan mekanisme dari sistem pemerintahan tradisional tata lungguh. Selain itu, terdapat beberapa syarat individu mendapatkan statusnya didalam pemerintahan tata lungguh. Berdasarkan kedudukan dan status, keanggotaan di dalam pemerintahan tata lungguh, krama wed Pedawa terbagi atas kategori krama ngarep, krama sampingan dan krama baki. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peranan krama ngarep sebagai organ terdepan dalam struktur pemerintahan serta sebagai unit perwakilan kuren (nuclear family) dalam dewan desa tata lungguh

References

Ardika (dkk), 2018. Sejarah Bali Dari Prasejarah Hingga Moderen. Denpasar: Udayana University Press.
Koenjaraningrat. 1993. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Koentjaraningrat. 2014. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.
Nugrahaningari, 2016. “Ulu Apad : Sistem Politik Lokal Masyarakat Bali Mula Di Desa Bayung Gede Pada Era Modern”. Skripsi, Denpasar: Universitas Udayana.
Pageh. 2018. Model Revitalisasi Ideologi Desa Pakraman Bali Aga Berbasis Kearifan Lokal. Depok: Rajawali Pers.
Reuter. 2005. Custodians Of The Sacred Mountains (Budaya dan Masyarakat di Pegunungan Bali ). Jakarta: Yasayan Obor Indonesia.
Reuter. 2018. Rumah Leluhur Kami (Kelebih Dahuluan Dan Dualisme Dalam Masyarakat Bali Dataran tinggi). Jakarta: Yasayan Obor Indonesia.
Spradley, james P. 1997. Metode etnografi. Yogyakarta : Tiara wacana.
Wisnumurti, Oka. 2008. Elit Lokal Bali. Denpasar: Nyoman Krining.
Yasa, Putra, & dkk. 2019. Sejarah Dan Kearifan Lokal Di Era Globalisasi. Klaten: Lakeisha.
Published
2024-04-20
How to Cite
[1]
K. R. Ari Prasetya, I. K. Kaler, and A. *, “KRAMA NGAREP SEBAGAI ORGAN UTAMA DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN TATA LUNGGUH DI DESA BALI AGA PEDAWA BULELENG”, vw, vol. 7, no. 1, pp. 50-61, Apr. 2024.