TRADISI PERANG PISANG DI DESA TENGANAN DAUH TUKAD KABUPATEN KARANGASEM

  • I Wayan Dauh Universitas Hindu Indonesia Denpasar
  • Desak Nyoman Seniwati Universitas Hindu Indonesia Denpasar
Keywords: tradisi, perang pisang

Abstract

Tradisi Perang Pisang dilaksanakan masyarakat Desa Tenganan Dauh Tukad didasari oleh beberapa landasan, yaitu : 1) landasan histori, berkaitan dengan usaha Jro mangku Dukuh untuk melestarikan tradisi Perang Pisang;  2) landasan teologi, yaitu sebagai ungkapan rasa angayubagia (terimakasih dan syukur) kehadapan Ida Sanghyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah kemakmuran yang dinikmati masyarakat; 3) landasan filosofi, berhubungan dengan  kepercayaan bahwa tradisi Perang Pisang itu  sesungguhnya adalah sebagai bentuk persembahan yadnya juga; dan 4) landasan sosiologi berhubungan erat dengan struktur kepemimpinan sosial masyarakat desa Tenganan Dauh Tukad terutama dalam hal memilih calon pemimpin (ayah dan penampih) dari seke terunanya agar memperoleh pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu. Prosesi  tradisi Perang Pisang ini dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan penutup yang kesemua itu dijalankan dengan penuh kepatuhan oleh masyarakat setempat. Sedangkan nilai-nilai etika yang terdapat pada  tradisi Perang Pisang.

References

Arik Restia Dewi, Ni Made. 2007. Upacara Perang Ketupat Di Pura Desa Adat Kapal Mengwi, Badung (Ditinjau Dari Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu). Program Sarjana Ilmu Filsafat Kekhususan Pendidikan Agama Hindu, Universitas Hindu Indonesia.
Atmaja, Nada, dkk. 2010. Etika Hindu. Surabaya : Paramita.
Atmaja, Nengah Bawa. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja.
Dauh, Wayan, 2018. Jurnal Widyanatya Pendidikan Agama Dan Seni, Universitas Hindu Denpasar. Terbitan volume 7
Donder, I Ketut dan I Ketut Wisarja. 2010. Filsafat Ilmu. Surabaya : Paramita.
Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : CV. Pustaka Setia.
Kajeng, I Nyoman. Dkk. 1997. Sarasamuccaya. Surabaya : Paramita.
Kaelan. 2010. Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta : Paradigma.
Kartono, Kartini. 1994. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Rajawali
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta : PT. Gramedia.
Mardalis. 1995. Metode Penelitian suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara
Poedjawijatna. 1986. Etika Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : PT Bina Aksara
Rachman, Abdul. 2009. Kerangka Pokok-pokok Mengenai Management Umum. Bandung: Rosda
Subagiasta, I Ketut. 2006. Teologi, Filsafat, Etika Dan Ritual. Surabaya : Paramita.
Sumiarti, Ni Made. 2007. Fungsi Api dalam Upacara Yadnya Ditinjau dari Pendidikan Agama Hindu, Skripsi. Denpasar: Universitas Hindu Indonesia.
Murgiyanto, Sal. 2004. Tradisi dan Inovasi. Jakarta : Wedatama Widya Sastra
Saba, I Ketut. 2001. “Arja Muani dalam Masyarakat Bali; Sebuah Perspektif Kajian Budaya”. Tesis Program Pascasarjana Universitas Udayana.
Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2011. Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung : Alfabeta
Sudadi dan Watra. 2007. Dasar-Dasar Filsafat (Pengantar Filsafat). Surabaya : Paramita.
Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Suparyoga dan Tambroni. 2001. Metodelogi Penelitian Sosial Agama. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun. 2012. Kepemimpinan Hindu. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Tim Penyusun. 2012. Metodologi Penelitian. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI.
Wiratmadja, I Gusti Ketut Adia, dan I Gusti Ngurah Nala. 1977. Murdha Agama Hindu (Indonesia). Yogyakarta : Tanpa Penerbit.
Published
2020-04-30
How to Cite
[1]
I. W. Dauh and D. N. Seniwati, “TRADISI PERANG PISANG DI DESA TENGANAN DAUH TUKAD KABUPATEN KARANGASEM”, vw, vol. 3, no. 1, pp. 23-44, Apr. 2020.