KEWENANGAN PRAJURU ADAT MEMBERIKAN SANKSI ADAT KEPADA TAMIU YANG MELAKUKAN PELANGGARAN TINDAK PIDANA

Authors

  • Ida Bagus Gede Wahyu Pratama Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia
  • Ida Bagus Alit Yoga Maheswara Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32795/1yhqmz78

Keywords:

Authority, Indigenous Prajuru, Traditional Sanctions, Tamiu

Abstract

Bali is an island tourist destination which is very famous throughout the world. This from the large number of foreign and domestic tourists who vacation on the island of Bali or who are just looking for luck in the tourism business. Where in the customary village can be seen area now there are various forms of change, one of which is in the field of pawongan (community), which is not only inhabited by native krama but has also been inhabited by migrant krama who come from different ethnicities, races, religions. The existence of tamiu in the Bajera Traditional Village, Selemadeg District, Tabanan Regency causes various population problems such as population density which continues to increase. Management and control of guests selectively and continuously must always be carried out to minimize various negative impacts, especially those whose identity is not clear. prajuru adat village collects data on every tamiu in the Bajera customary village area to minimize the various negative impacts caused by the presence of the tamiu. The purpose of this study is to find out the legal basis and mechanism for imposing customary sanctions on tamiu who commit criminal offenses. The method used is an empirical research method, with an empirical juridical approach. The data sources used in this study are primary data, secondary data, and tertiary data.

References

Artatik, I. Gusti Ayu Ketut, I. Gusti Ngurah Alit Saputra, and Ni Luh Made Elida Rani. "Penyelesaian Sengketa Tanah Waris antara Ahli Waris yang Beralih Agama dengan yang Beragama Hindu di Desa Adat Padang Luwih Perspektif Pluralisme Hukum." Vidya Wertta 5.1 (2022).

Dewi, Ni Made Liana, I. Made Wahyu Chandra Satriana, and I. Nyoman Karyasa. "Implementasi Awig-Awig Terhadap Krama Tamiu dan Tamiu dalam Hukum Adat Bali." Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 9.1 (2024).

Gede Krisna, Anak Agung dan A.A. Gede Oka Parwata, Tt. Peranan Pararem Terhadap Penduduk Pendatang Dan Pengusaha Pendatang Di Desa Adat Tegallantang-Ubud, Jurnal Kertha Desa, Vol.9, No.9, Hlm. 44-52

Gede Parimartha. 2013, Silang Pandang Desa Adat dan Desa Dinas Di Bali, Udayana University Press, Denpasar.

Krisna, Anak Agung Gede Dan Parwata, A.A. Gede Oka, “Peranan Pararem Terhadap Penduduk Pendatang Dan Pengusaha Pendatang Di Desa Adat Tegallantang-Ubud. Jurnal Kertha Desa, Vol. 9, No. 9,

Harahap, Nurmalita Ayuningtyas. "Analisis Tindak Pidana Korupsi Yang Dilakukan ASN Menggunakan Teori Fungsionalisme Struktural." Widya Yuridika 4.1 (2021).

Julranda, Rizky, Michael Geremia Siagian, and Michael Ariel Perdana Zalukhu. "Penerapan Hukum Progresif Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum Nasional Dalam Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat." Crepido 4.2 (2022).

Sagala, Hairun Tri Wahyuni. "Kajian Teori Pluralisme Hukum terhadap Sistem Hukum di Aceh." Interdisciplinary Journal On Law, Social Sciences And Humanities 3.2 (2022).

Siregar, Mardona. Teori Hukum Progresif dalam Konsep Negara Hukum Indonesia." Muhammadiyah Law Review 8.2 (2024).

Sudantra, I. Ketut. Pengaturan Penduduk Pendatang dalam Awig-Awig Desa Pakraman." Piramida: Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 4.1 (2018).

Sumarna, Dadang, and Ayyub Kadriah. "Penelitian kualitatif terhadap hukum empiris." Jurnal Penelitian Serambi Hukum 16.02 (2023).

Suwitra, I. Made. Eksistensi tanah adat dan masalahnya terhadap penguatan desa adat di bali. WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan 4.1 (2020).

Turama, Akhmad Rizqi. Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons." EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies 2.1 (2020).

Turmudzi, Khoiru. Penerapan Konsep Pluralisme Hukum Sally Falk Moore dalam Penyelesaian Konflik di Tingkat Pemerintahan Daerah." Jurnal Hukum Caraka Justitia 5.1 (2025).

Parimartha, Gede 2013. Silang Pandang Desa Adat dan Desa Dinas Di Bali, Udayana University Press, Denpasar.

Widnyana, I Made. 1993, Kapita Selekta Hukum Pidan Adat, penerbit PT Eresco Bandung.

Windia, Wayan P. 2014. Pecalang Perangkat Keamanan Desa Adat di Bali, LPM Universitas Udayana, Denpasar.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

[1]
“KEWENANGAN PRAJURU ADAT MEMBERIKAN SANKSI ADAT KEPADA TAMIU YANG MELAKUKAN PELANGGARAN TINDAK PIDANA”, vw, vol. 8, no. 2, pp. 21–33, Oct. 2025, doi: 10.32795/1yhqmz78.