PENGARUH ELEMEN-ELEMEN RANCANG KOTA DI KAWASAN JALAN GAJAH MADA DENPASAR BALI

  • I Made Agus Mahendra
Keywords: elemen fisik kawasan, elemen aktivitas kawasan, rancang kota

Abstract

Elemen-elemen rancang kota merupakan bagian-bagian yang membentuk karakteristik kawasan. Elemenelemen
rancang
kota
dapat
dikategorokan
berdasarkan
jenis,
bentuk,
ukuran,sifat,
hingga
pada
penggunannya.
Elemen

rancang

kota pada umumnya dibagi berdasarkan sifatnya yaitu elemen rancang kota bersifat fisik maupun elemen
rancang kota bersifat aktivitas. Elemen fisik rancang kota cenderung bersifat ragawi (tangible) dan elemen aktivitas
cenderung bersiat non-ragawi (intangible)
Kawasan Jalan Gajah Mada di Denpasar merupakan kawasan pusat kota yang padat dalam kapasitas penghuni
dan pengguna jalan. Sehingga menimbulkan berbagai masalah berupa kemacetan dan tingkat polusi yang tinggi.
Ditambah dengan kurang tertatanya tata hijau dalam kawasan dan peraturan bangunan setempat yang dilanggar.
Sehingga ruang jalan dalam kawasan perlu dihijaukan karena fungsi ruang jalan sangat vital dan tidak dapat berubah
maka penataan tata hijau perlu ditinjau kembali.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan pengaruh elemen fisik terhadap elemen aktivitas
pada “kehidupan” fungsi kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar serta memberikan arahan penataan pada elemen fisik
dan aktivitas yang dapat menghidupkan kawasan
Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan data yang diolah secara kualitatif. Data berupa
literatur dan peta dikumpulkan untuk melihat tanda-tanda dan temuan di lapangan. Kemudian menyusun konsepsualisasi
teoritik berdasarkan teori-¬teori yang ada dari variabel penelitian.Dalam penelitian ini juga dilakukan proses Metode
Analisa deduksi yaitu usaha menjelaskan atau meramalkan tentang adanya fakta/ kejadian di lokasi penelitian menurut
landasan teori yang sudah diperoleh.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada penggal amatan pertama dan ketiga sudah memiliki tata vegetasi
yang baik pada sisi sebelah timur, terlihat dari jenis, fungsi, tajuk dan ketinggian, serta ketersediaan lahan yang baik
serta memenuhi peraturan bangunan setempat. Dan pada penggal amatan kedua memiliki tata vegetasi yang kurang,
dikarenakan tidak adanya ketersediaan lahan yang baik pada kedua sisi, serta tata vegetasi kurang terlihat dari jenis,
fungsi, tajuk dan ketinggiannya.

Published
2019-01-30