NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAH-AYAHAN WALI TABUH PETEGAK DI PURA AGUNG GUNUNG LEBAH DESA UBUDKECAMATAN UBUD  KABUPATEN GIANYAR

Authors

  • I Nyoman Winyana Prodi Seni Krawitan, Fakultas Pendidikan, Universitas Hindu Indonesia
  • I Wayan Sukadana Program Studi Seni Krawitan Keagamaan Hindu, Fakultas Pendidikan
  • I Made Rudita Program Studi Seni Krawitan Keagamaan Hindu, Fakultas Pendidikan
  • I Kadek Suryantara Asmara Putra Program Studi Seni Krawitan Keagamaan Hindu, Fakultas Pendidikan

DOI:

https://doi.org/10.32795/v0kj5f76

Keywords:

Nilai pendidikan, ayaha-ayahan wali, Pura Gunung lebah

Abstract

Nilai dalam aktivitas seni dilibatkan dalam suatu prosesi seringkali dipandang sebagai bentuk pemujaan yang patut disokong secara nyata pada praktiknya. Hal demikian tidak saja akan menimbulkan berbagai dampak terhadap upacara yang dilakukan. Aspek pendidikan yang ternyata terkandung di dalamnya dipandang sebagai bentuk praktik nyata yang tidak didasarkan pada nilai untung rugi secara matirial melainkan ada nilai penting secara psikologis sebagai penggerak ritual. Kajian ini bertujuan untuk membahas masalah nilai pendidikan yang terkandung dalam proses ngayah wali di pura Gunung Agung Lebah desa Ubud Kecamatan Ubud Gianyar. Lewat pendekatan metoda kualitatif mencoba untuk memanfaatkan data primer dan sekunder yang didukung oleh data observasi partisipan, mengurai secara verbal keterlibatan pengkaji dan pelaku lainnya dalam kegiatan pengabdian ini untuk memperoleh hasil yang dapat menjawab dan menjelaskan nilai pendidikan tentang ngayah wali. Hal yang kemudian menjadi temuannya adalah bahwa ritual upacara di pura agung Gunung lebah dipraktikan seni tabuh lelambatan sebagai penyajian sakral saat upacara dilaksanakan. Nilai yang terkandung dalam praktiknya menunjukan bahwa kegiatan wali dimaksud menguatkan keyakinan masyarakat dan pelaku seni secara psikologi tentang keiklasan dalam beryadnya. Nilai keiklasan yang memaknai ketulusan dalam penyajian, dan juga menjaga hubungan bathin antara pelaku dan pemilik pura. Secara nyata menguatkan kembali penguasaan seni tabuh wali dalam upacara wali sebagai bentuk sajian bunyi sakral sebagai pemenuhan syarat dalam upacara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Sukadana, I Wayan , Dkk, 2024, Ancag ancagan gamelan mistis relegius. Phoenix Publisher, Yogyakarta.

Sukasrana, Ketut J., 2013."Pura Gunung Lebah di Desa Pakraman Ubud, Gianyar, Bali." Candra Sangkala, vol. 1, no. 1,. Diunduh tgl 15 Pebruari 2025.

Sukma, Ni luh putu Dewi., 2015. faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kawasan pusat kota ubud yang mencitrakan ruang tradisional bali. Skripsi; ITS Surabaya. Upload

Surya, I Wayan Eka Saputra, 2021., “Studi Sejarah Pura Gunung Payung Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA.” Skripsi Unipersitas Pendidikan Ganesa Singaraja.

Downloads

Published

2025-10-29