AKTUALISASI NILAI SATYA SEMAYA PADA TARI TRESNA SMARA
DOI:
https://doi.org/10.32795/tepznp03Keywords:
satya Semaya , Tresna Smara, Tari KreasiAbstract
Pola kehidupan sosial orang dulu sangatlah baik, di mana satu sama lain saling membantu. Setiap orang pun saling membaur dan menjalin komunikasi yang harmonis. Namun tidak bisa dipungkiri juga jika sifat negative selalu ada dalam diri manusia. Salah satunya adalah sifat manusia dalam hal kesetiaan, yang mana kalau kita lihat di kehidupan sehari-hari, banyak sekali yang tidak bisa menjaga ucapan/ janji yang pernah diucapkan oleh seseorang. Terkait sifat kesetiaan inilah, penata menuangkannya ke dalam Garapan tari kreasi baru, yang berbentuk tari bebancihan yang berjudul Tresna Smara. Kata Tresna Smara diambil dari Bahasa sansekerta yang artinya: Tresna artinya cinta, kasih dan sayang sedangkan Smara artinya asmara, cinta. Sehingga bisa diartikan cinta kasih. Karya tari kreasi baru Tresna Smara merupakan sebuah karya tari yang di hasilkan sesuai dengan perkembangan jaman, dengan mengambil bentuk tari bebancihan, dengan bertemakan percintaan. Garapan mengambil tema kesetiaan dengan menggambarkam cerita tentang percintaan Sampik Ingtai, dari mereka bertemu sampai mengikat janji. Garapan ini menampilkan sifat kesetiaan seseorang terhadap janji yang sudah diucapkan, yang tertuang dalam Panca Satya, yaitu Satya Semaya. Maksud dan tujuan garapan seni ini seorang pencipta mampu menuangkan nilai-nilai yang perlu diresapi oleh masyarakat dan dapat dijadikan pedoman dalam lingkungan masyarakat tersebut. Garapan Tari ini memiliki dua rumusan penciptaan, antara lain: 1) Bagaimana wujud dan konsep satya semaya pada garapan tari ini, 2) Apa makna filosofis dan pesan dari penggambaran Satya Semaya dalam tari tersebut. Metode yang dipergunakan dalam Garapan ini adalah teori/metode dari Alma Hawkin dalam bukunya yang berjudul Creating Through Dance.Teori tersebut diterjemahkan oleh Y.Sumandiyo Hadi dalam bukunya Mencipta Lewat Tari, yang menyebutkan tiga tahapan penting dalam penciptaan tari, yakni Tahap penjajagan (eklsplorasi), tahap percobaan (Improvisasi) dan Tahap Pembentukan (Forming). Pesan yang terkandung dalam garapan ini adalah bahwa kita sebagai manusia, harus memiliki rasa kesetiaan terhadap semua pihak. Aktualisasi dari tari Tresna Samara ini mengajarkan kita bahwa cinta sejati tidak cukup hanya dengan perasaan, tetapi harus disertai dengan ketulusan hati, kejujuran, dan tanggung jawab.
Downloads
References
Agustina, S. Z., Nuryani, N., & Dewi, R. S. 2023. Rancangan dan Penerapan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Journal on Education, 6(1).
Cahyani, I.A. 2022. Peranan Pendidikan Agama Hindu dalam Membentuk Karakter. Diakses pada tanggal 19 September 2025.
Damayanti, I. R., Subiakto, V. U., & Sendrian, R. 2024. Meningkatkan Pendidikan Literasi Digital Media Sosial Pada Gen Alpha. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(2), 175-182.
Dewi, N. R., & Karolina, V. (2023). Keterkaitan Antara Status Sosial Ekonomi dan Jenis Kelamin dengan Kemampuan Literasi Digital pada Siswa SMA Negeri 1 Mandor. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3333-3338.
Hague, C & Payton, S. 2010. Digital Literacy Across The Curriculum. Bristol: Futurelab. Diakses pada tanggal 19 September 2025.
Hendaryan, R., Hidayat, T., Herliani, S. 2022. Pelaksanaan Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa. Jurnal Literasi, 6(1), 142-151.
Ilmi, M., Liyundira, F. S., Rachmawati, A., Juliasari, D., & Habsari, P. 2020. Perkembangan Dan Penerapan Theory Of Acceptance Model (TAM) Di Indonesia. Relasi: Jurnal Ekonomi, 16(2), 436-458.
Kadjeng, N.I., dkk. 1997. Sarasamuccaya. Surabaya: Paramita.
Karna, S. D., Adrias, A., & Zulkarnaini, A. P. 2025. Efektivitas dan tantangan penggunaan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(2), 319-325.
Mentang, P. J., & Mua, M. M. 2023. Implementasi Teori Cultural Lag dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Don Bosco Koha, Minahasa. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(7), 5506-5511.
PP No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.
Rahayu, P., Marmoah, S., & Budiharto, T. Analisis Penerapan Prinsip Mayer Pada Multimedia Digital Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Didaktika Dwija Indria, 12(5), 357-363.
Sirait, A. A., & Nasution, M. I. P. 2024. Efektivitas Flatform Tiktok Sebagai Media Pembelajaran PAI Berbasis Literasi Digital. Dirosat: Journal of Islamic Studies, 9(1), 83-96.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. R&D. Bandung: Alfabeta.
Suparlan, S. (2019). Teori Konstruktivisme Dalam Pembelajaran. Jurnal Islamika, 1(2).
Setiawan, A., Lukmanulhakim, L., & Linarsih, A. 2023. Efektivitas Gerakan Literasi Digital di Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar di Kota Pontianak. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 15(1), 102-108.
Undang-undang (UU) No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Utomo, F. T. S. 2023. Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Era Digital Di Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 3635-3645.
Widiastari, N. G. A. P., & PUSPITA, R. D. 2024. Penggunaan Media Pembelajaran Digital Dalam Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Nambaru. Elementary: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(4), 215-222.
Winarni, S., Kumalasari, A., Marlina, M., & Rohati, R. 2021. Efektivitas video pembelajaran matematika untuk mendukung kemampuan literasi numerasi dan digital siswa. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 10(2), 574-583.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putu Setyarini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








