ESTETIKA INSTRUMEN KEMPUR DALAM GAMELAN KAKLENTINGAN DI PURA KAHYANGAN JAGAT LUHUR NATAR SARI DESA APUAN BATURITI TABANAN
DOI:
https://doi.org/10.32795/93eph023Keywords:
Estetika, , Kempur, , Gamelan Kaklentingan,, Upacara PiodalanAbstract
Penelitian ini membahas estetika instrumen kempur dalam gamelan Kaklentingan pada upacara piodalan di Pura Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari, Desa Apuan, Baturiti, Tabanan. Instrumen kempur dipilih sebagai fokus kajian karena memiliki keunikan dalam fungsinya sebagai penanda dimulainya prosesi ritual, pemegang tempo, serta sarana komunikasi simbolis antara umat dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna instrumen kempur dengan menggunakan perspektif estetika menurut Djelantik pada sukerta, yang menekankan pada wujud (form), bobot (isi/fungsi), dan penampilan (makna).
Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara dengan pemangku setempat, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen kempur memiliki nilai estetika kompleks: (1) dari segi wujud, kempur merupakan instrumen berpencon laras pelog yang berperan penting dalam struktur musikal gamelan Kaklentingan; (2) dari segi fungsi, kempur berperan sebagai sarana pendukung upacara, alat komunikasi ritual, serta penguat suasana religius; (3) dari segi makna, kempur dimaknai secara religius, estetis, dan pelestarian, sehingga keberadaannya tidak hanya sekadar artefak seni, tetapi juga simbol spiritual yang terus dijaga oleh masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen kempur merupakan elemen vital dalam gamelan Kaklentingan yang memiliki kedudukan strategis dalam menjaga kesakralan upacara Dewa Yadnya, sekaligus menjadi media pelestarian tradisi musikal dan spiritual masyarakat Bali.
Kata kunci: Estetika, Kempur, Gamelan Kaklentingan, Upacara Piodalan
Downloads
References
Andika, I. M. D. (2024). Estetika Gamelan Geguntangan di Bali. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan.
Arsana, I. N. C. (2021). Analytic Music as an Alternative Learning Method of Karawitan Bali in the Time of COVID-19. Sembadra, Journal of Arts and Education Studies.
Bandem, I. M. (1985). Keadaan dan Perkembangan Kesenian Daerah Bali. BP Stikom Bali.
Mawan, I. G., & Wardizal, W. (2025). Garapan Baru Seni Karawitan Bali dalam Bingkai Estetika Postmodern. Journal of Music Science, Technology, and Industry,.
Ni Ketut Fenty, I Ketut Wisarja, & M. (2023). Estetika dan Filsafat Instrumen Kempyung sebagai Kunci dalam Gamelan Semara Pagulingan. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin.
Padang, I. W. S. & I. G. N. (2025). Keberadaan Gamelan Gambang di Pura Kelaci Banjar Sebudi Desa Tanjung Bungkak, Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Widyanatya,.
Parmajaya, I. P. G. (2021). Seni Sakral dan Sekuler Suatu Problema dalam Kehidupan Sosial Religius. Urnal Ilmu Agama.
Putra, I. P. L. W. N. (2023). Kearifan Lokal Musikal dalam Lagu-lagu Album Bali Kumara. Journal of Music Science, Technology, and Industry.
Sukadana, I. W. (2018). Nilai Agama dalam Gamelan Gambang. Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia.
Sukerta, P. M. (2023). Estetika Karawitan Bali. Dewaruci. Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni.
Wiguna, K. A. S. (2020). TURNITIN Gamelan Kakelentingan Di Pura Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari Apuan Baturiti Tabanan: Kontinuitas Dan Perkembangannya. http://repo.isi-dps.ac.id/4278/1/19_Gamelan Kakelentingan Di Pura Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari Apuan Baturiti Tabanan_ Kontinuitas Dan Perkembangannya.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kadek Agung Sari Wiguna, I Made Jaya Subandi, I Ketut Gede Rudita, I Nyoman Surianta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








