Determinan sosiodemografi terhadap pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat
Sociodemographic determinants of knowledge and behavior regarding the use of traditional medicine among the general public
DOI:
https://doi.org/10.32795/h33adj05Keywords:
Terapi Komplementer; Pengetahuan, Sikap, dan Praktik; Pengobatan Tradisional; Pengobatan MandiriAbstract
Latar Belakang: Penggunaan obat tradisional tanpa pengetahuan yang memadai berisiko menimbulkan efek merugikan, sementara Organisasi Kesehatan Dunia mendorong integrasi pengobatan tradisional berbasis bukti ke dalam sistem kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Desa Dalung dan Desa Kerobokan pada Maret sampai Mei 2023. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Responden didominasi kelompok usia 18 sampai 25 tahun dan 46 sampai 55 tahun (masing masing 22%), perempuan (61%), berpendidikan menengah (53%), pegawai swasta (37%), dan berpendapatan di bawah Rp1.500.000 (37%). Tingkat pengetahuan tergolong baik pada 53% responden dan perilaku penggunaan tergolong baik pada 55% responden. Usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; koefisien korelasi 0,538 sampai 0,634) dan perilaku (p=0,000; koefisien korelasi 0,596 sampai 0,691), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan keduanya (p>0,05). Simpulan: Faktor sosiodemografi, kecuali jenis kelamin, berhubungan signifikan dengan pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional, sehingga edukasi kesehatan perlu disasar berdasarkan karakteristik demografis masyarakat.
References
Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: Distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/jbiomedkes.2021.v4.130-138
Afriliana. (2019). Gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional di Kecamatan Mlati [Skripsi, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/15699
Harfiani, E., Puspita, R., & Prabarini, I. R. S. (2025). Herbal medicine usage during the COVID-19 pandemic in Indonesia: Trends and determinants. The Scientific World Journal, 2025, Article 1639500. https://doi.org/10.1155/tswj/1639500
Kristianto, H., Pramesona, B. A., Rosyad, Y. S., Andriani, L., Putri, T. A. R. K., & Rias, Y. A. (2022). The effects of beliefs, knowledge, and attitude on herbal medicine use during the COVID-19 pandemic: A cross-sectional survey in Indonesia. F1000Research, 11, Article 483. https://doi.org/10.12688/f1000research.116496.3
Kusuma, T. M., Wulandari, E., Widiyanto, T., & Kartika, D. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap kebiasaan konsumsi jamu pada masyarakat Magelang tahun 2019. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, Edisi Khusus, 37–42. https://doi.org/10.23917/pharmacon.v0i0.10857
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Oktarlina, R. Z., Tarigan, A., Carolia, N., & Utami, E. R. (2018). Hubungan pengetahuan keluarga dengan penggunaan obat tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 2(1), 42–46. https://doi.org/10.23960/jkunila2142-46
Puspita, A. N. I. (2019). Gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional di Kecamatan Mlati [Skripsi, Universitas Islam Indonesia].
Suryaningsih, N. P. A., Windydaca, D. B. P., Wintariani, N. P., & Apsari, D. P. (2022). Upaya peningkatan pengetahuan dalam pemanfaatan produk herbal jamu untuk kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Badung. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 1(1), 86–90. https://doi.org/10.36049/genitri.v1i1.64
Widyanata, K. A. J., Mayadewi, N. N. A., Cahyaningrum, P. L., & Trarintya, M. A. P. (2021). Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek, 2(2), 126–130.
Wong, Y. M. A., Ahn, S., Bana, A., Dua, P. K., Eggers, R., Kuruvilla, S., Li, Y., Liu, Q., Shen, Y., & Kim, S. (2025). Policy implications of WHO's Global traditional medicine strategy 2025–2034. Bulletin of the World Health Organization. https://doi.org/10.2471/BLT.25.293414
World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy: 2014–2023. https://iris.who.int/handle/10665/92455
Wulandari, A., Khoeriyah, N., & Teodhora, T. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional di Kelurahan Sukamaju Baru Kecamatan Tapos Kota Depok. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 14(2), 70–78. https://doi.org/10.37277/sfj.v14i2.975
Zaidi, S. F., Saeed, S. A., Khan, M. A., Khan, A., Hazazi, Y., Otayn, M., Rabah, M., & Daniyal, M. (2022). Public knowledge, attitudes, and practices towards herbal medicines: A cross-sectional study in Western Saudi Arabia. BMC Complementary Medicine and Therapies, 22, Article 326. https://doi.org/10.1186/s12906-022-03783-y
Zulkarni, R., Tobat, S. R., & Aulia, S. F. (2019). Perilaku masyarakat dalam swamedikasi obat tradisional dan modern di Kelurahan Sapiran Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan, 10(1), 1–5. https://doi.org/10.35730/jk.v10i1.382
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Putu Mitha Angelia Ningsih, Ni Putu Wintariani, Putu Yudhistira Budi Setiawan, Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
