Pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU obat pada masyarakat pedesaan Bali: Studi potong lintang

Knowledge and behavior regarding DAGUSIBU medicines among the rural population of Bali: A cross-sectional study

Authors

  • Putu Arlin Widya Apriliani Universitas Bali Internasional
  • Ni Putu Wintariani Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • I Gusti Ngurah Mayun Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional
  • Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

DOI:

https://doi.org/10.32795/36w6fz82

Keywords:

Komunitas; Perilaku; Pengetahuan, Manajemen Terapi Obat; Pengobatan Mandiri

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi berkembang luas di Indonesia, termasuk Bali, namun pengelolaan obat yang keliru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dirancang mendorong pengelolaan obat mandiri yang aman, namun keberhasilannya bergantung pada pengetahuan dan perilaku masyarakat yang masih beragam antarwilayah. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat serta hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan mengenai DAGUSIBU obat. Metode: Desain potong lintang kuantitatif dilaksanakan pada 90 responden usia 18 sampai 60 tahun di Banjar Saraseda, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, periode Maret sampai Mei 2023, dipilih melalui purposive sampling menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar responden berpengetahuan baik (46%) dan berperilaku baik (46%) terkait DAGUSIBU obat. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku (p=0,003; r=0,309). Usia, pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; r berturut-turut 0,331; 0,445; 0,301), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan (p=0,152; r=-0,096). Simpulan: Pengetahuan berhubungan searah dengan perilaku pengelolaan obat mandiri, sementara usia, pendidikan, dan pekerjaan berperan membentuk tingkat pengetahuan masyarakat, sehingga edukasi DAGUSIBU perlu diarahkan berbasis karakteristik demografi tersebut.

Author Biographies

  • Ni Putu Wintariani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

    Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

  • I Gusti Ngurah Mayun, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

    Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

  • Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

    Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

References

Amaha, M. H., Alemu, B. M., & Atomsa, G. E. (2019). Self-medication practice and associated factors among adult community members of Jigjiga town, eastern Ethiopia. PLOS ONE, 14(6), e0218772. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0218772

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2020). Indikator kesejahteraan rakyat Provinsi Bali 2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2021). Persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama sebulan terakhir dan tidak berobat jalan menurut alasan utama tidak berobat jalan di Bali. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.

Feby, P., & Sikni, R. K. (2022). Hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan antibiotik pada masyarakat Desa Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, 7, 39–50.

Harahap, N. A., & Khairunnisa, T. J. (2017). Tingkat pengetahuan pasien dan rasionalitas swamedikasi di tiga apotek Kota Panyabungan. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3, 186–192.

Hidayati, A., Dania, H., & Puspitasari, M. D. (2017). Tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat RW 8 Morobangun, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Manuntung, 3, 139–149.

Ikatan Apoteker Indonesia. (2014). Pedoman pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.

Khairunnisa, A. (2019). Hubungan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang dagusibu obat bebas dan bebas terbatas di wilayah RW 004 Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan periode April 2019 [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan].

Khan, A. (2018). Health complications associated with self-medication. Journal of Physical Fitness, Medicine & Treatment in Sports, 1(4). https://doi.org/10.19080/JPFMTS.2018.01.555566

Lestari, D. (2020). Hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di Desa Dawung [Skripsi, Universitas Setia Budi].

Mutmainah, N., Nabila, P., Jannah, M., & Vieda, Z. T. (2022). Pengetahuan, sikap dan perilaku dagusibu obat pada kader PKK. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2). http://journals.ums.ac.id/index.php/pharmacon

Muzni, G. M. (2019). Hubungan karakteristik sosiodemografi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku pengguna antibiotik pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Andalas [Skripsi, Universitas Andalas].

Nguyen, A. M. T., Ha, T. V., & Nguyen, H. S. T. (2019). Self-medication practices among Vietnamese residents in highland provinces. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 12, 493–502. https://doi.org/10.2147/JMDH.S211420

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Restiyono, A. (2016). Analisis faktor yang berpengaruh dalam swamedikasi antibiotik pada ibu rumah tangga di Kelurahan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1).

Rikomah, S. E., Lestari, G., & Agustin, N. (2020). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang dagusibu obat di Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 9(2), 45–50.

Shafie, M., Eyasu, M., Muzeyin, K., Worku, Y., & Martín-Aragón, S. (2018). Prevalence and determinants of self-medication practice among selected households in Addis Ababa community. PLOS ONE, 13(3), e0194122. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0194122

Siahaan, S., Usia, T., Pujiati, S., Tarigan, I. U., & Murhandini, S. (2017). Pengetahuan , Sikap , dan Perilaku Masyarakat dalam Memilih Obat yang Aman di Tiga Provinsi di Indonesia Knowledge , Attitude , and Practice of Communities on Selecting Safe Medicines in Three Provincies in Indonesia Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ). . 7(2), 136–145.

Suharti, U. S., Aninditha, R. R., Onny, I., & Islami, A. (2022). Hubungan karakteristik terhadap pengetahuan tentang dagusibu (dapatkan, gunakan, simpan, buang) obat antibiotik pada masyarakat Desa Ngestiboga 1, Kecamatan Jayaloka, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 3, 139–143.

Suryoputri, M. W., & Sunarto, A. M. (2019). Pengaruh edukasi dan simulasi dagusibu obat terhadap peningkatan keluarga sadar obat di Desa Kedungbanteng, Banyumas. Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat, 3, 51–55.

Zulaikha. (2017). Pengetahuan, sikap dan penggunaan antibiotik pada masyarakat di Desa Pante Gajah, Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].

Downloads

Published

2026-07-23

Issue

Section

Original Article

How to Cite

Pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU obat pada masyarakat pedesaan Bali: Studi potong lintang: Knowledge and behavior regarding DAGUSIBU medicines among the rural population of Bali: A cross-sectional study. (2026). Widya Kesehatan, 8(1), 8-15. https://doi.org/10.32795/36w6fz82