PEMANFAATAN KUAS BAMBU DALAM LUKISAN TRADISIONAL BALI DI DESA PELIATAN
DOI:
https://doi.org/10.32795/nn4yyr10Keywords:
Pemanfaatan Kuas Bambu, dan Lukisan Tradisional BaliAbstract
Dibukanya Bali sebagai daerah pariwisata dan diperkenalkan ke dunia internasional menarik perhatian seniman asing, salah satunya Walter Spies dari Jerman. Ketertarikannya terhadap seni lukis Bali mendorongnya, bersama Rudolf Bonnet, mendirikan organisasi Pita Maha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas karya seniman lokal. Organisasi ini secara berkelanjutan melakukan pembinaan dan pembaruan dalam bidang seni rupa, khususnya lukisan dan patung, bagi seniman di Ubud dan sekitarnya. Pengaruh Pita Maha sangat besar, terutama dalam pengembangan teknik dan unsur estetika, tanpa meninggalkan tradisi lokal seperti penggambaran figur, aktivitas sehari-hari, dan ritual. Di Desa Peliatan, lukisan tradisional Bali berkembang pesat dengan tema pewayangan, barong, dan legong. Ciri khasnya adalah penggunaan kuas bambu yang dibuat secara tradisional, bukan kuas pabrik. Penggunaan kuas bambu dinilai ekonomis karena bahan mudah diperoleh, murah, dan mudah dibuat. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembuatan kuas bambu, jenis karya yang dihasilkan, serta dampaknya terhadap seni lukis tradisional Bali di Desa Peliatan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan analisis data kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kuas bambu melibatkan pemilihan bambu tali muda dengan serat rapat dan ruas tertentu, serta proses pembentukan menjadi tiga jenis kuas: penyawian, pengekesan, dan penyenteran, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Karya yang dihasilkan berupa lukisan pewayangan dan kehidupan masyarakat. Pemanfaatan kuas bambu memberikan dampak positif secara ekonomi, lingkungan, dan pendidikan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Gede Pong Darmawan, I Wayan Arissusila, Ni Luh Putu Trisdiyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








